Silabus KIMIA SMA/MA K13 Revisi Terbaru 2017/2018

Silabus KIMIA SMA/MA K13 Revisi Terbaru 2017/2018. Selamat datang para guru yang kami hormati, pada artikel ini kami akan membagikan file Silabus Kimia SMA/MA Kurikulum 2013 Revisi Terbaru yang digunakan pada tahun ajaran 2017/2018. Untuk buku paket Kurikulum 2013 yang terbaru mengacu pada Buku paket K13 Revisi 2017, namun untuk file Silabus yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang terbaru diterbitkan pada tahun 2016 akhir dan diaplikasikan ke buku K13 revisi 2017. Jadi, bagi bapak/ibuk yang mengajar di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) yang sudah menggunakan Kurikulum 2013, maka harus mengupdate pembelajarannya dan disesuaikan materi yang akan diajarkan, karena jelas berbeda antara K13 yang belum direvisi dengan K13 yang sudah direvisi. 


Download Silabus Kimia K13 Revisi Terbaru 2017/2018 SMA/MA. Pada artikel ini memang sengaja akan kami ulas mengenai beberapa penjelasan dari Silabus dan Kompetensi-kompetensi yang terdapat dalam silabus itu, mulai dari kompetensi yang akan didapatkan oleh anak-anak (siswa) kelas X, XI dan XII jenjang SMA/MA pada semester 1 ( ganjil )  dan semester 2 ( genap ) . Namun, sebelum anda mendownload file Silabus Kimia K13 Revisi terbaru tersebut, anda juga bisa melihat cuplikan isi dan penjelasan terlebih dulu mengenai Silabus tersebut. 

Berikut ini merupakan Cuplikan dari Silabus KIMIA SMA/MA K13 Revisi Terbaru 2017/2018;

SILABUS MATA PELAJARAN KIMIA
SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH
(SMA/MA)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
JAKARTA

I. PENDAHULUAN
A. Rasional
Saat ini kita berada pada abad 21 yang ditandai dengan perkembangan teknologi yang pesat, sehingga sains dan teknologi merupakan salah satu landasan penting dalam pembangunan bangsa. Pembelajaran sains diharapkan dapat menghantarkan peserta didik memenuhi kemampuan abad 21. Berikut kemampuan yang diperlukan pada abad 21, yaitu: 1) keterampilan belajar dan berinovasi yang meliputi berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah, kreatif dan inovatif, serta mampu berkomunikasi dan berkolaborasi; 2) terampil untuk menggunakan media, teknologi, informasi dan komunikasi (TIK); 3) kemampuan untuk menjalani kehidupan dan karir, meliputi kemampuan beradaptasi, luwes, berinisiatif, mampu mengembangkan diri, memiliki kemampuan sosial dan budaya, produktif, dapat dipercaya, memiliki jiwa kepemimpinan, dan tanggungjawab.

Kimia sebagai bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam diperoleh dan dikembangkan berdasarkan percobaan untuk mencari jawaban atas pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana tentang gejala-gejala alam khususnya yang berkaitan dengan komposisi, struktur, sifat, transformasi, dinamika dan energetika zat. Selain berperan untuk memahami berbagai gejala alam, ilmu kimia juga sangat membantu dan menyumbang terhadap penguasaan ilmu lainnya baik ilmu dasar, seperti biologi, astronomi, geologi, maupun ilmu terapan seperti pertambangan, pertanian, kesehatan, perikanan dan teknologi.

Ilmuwan mempelajari gejala alam melalui proses dan sikap ilmiah tertentu. Proses/kerja ilmiah misalnya melakukan percobaan di alam bebas atau di laboratorium, sedangkan sikap ilmiah misalnya objektif dan jujur pada saat mengumpulkan dan menganalisis data. Dengan menggunakan proses dan sikap ilmiah itu ilmuwan menemukan berbagai produk sains yang dapat berupa fakta, konsep, asas, hukum, dan teori. Oleh sebab itu, pembelajaran sains dan penilaian hasil belajar sains, termasuk kimia, harus memerhatikan karakteristik sains sebagai sikap, proses, dan produk.

Kimia sebagai proses/metode penyelidikan (inquiry methods) meliputi cara berpikir, bernalar, merumuskan masalah, melakukan percobaan dan pengamatan, menganalisis data dan menyimpulkan untuk memperoleh produk-produk sains. Rangkaian proses itu dilandasi oleh sikap ilmiah antara lain: rasa ingin tahu, keseimbangan antara terbuka dan tidak mudah percaya, jujur, disiplin, bertanggung jawab, tekun, hati-hati, teliti, peduli,  mudah bekerja sama, toleran, santun, responsif dan pro-aktif. Dengan demikian Kimia dapat dipandang sebagai cara berpikir dan bersikap terhadap alam, sebagai cara untuk melakukan penyelidikan, dan sebagai kumpulan pengetahuan.

Dalam rangka penguasaan kecakapan abad 21 maka pembelajaran Kimia di SMA/MA dipandang bukan hanya untuk pengalihan pengetahuan dan keterampilan (transfer of knowledge and skills) saja kepada peserta didik, tetapi juga untuk membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi (analitis, sintesis, kritis, kreatif, dan inovatif) melalui pengalaman kerja ilmiah. Pengetahuan, keterampilan, kemampuan berpikir, dan kemampuan bersikap dari pembelajaran Kimia akan membekali peserta didik untuk hidup di masyarakat, maupun untuk studi lanjut terkait dengan karakteristik Kimia sebagai landasan berbagai ilmu dasar dan terapan. Selain itu pembelajaran Kimia dapat digunakan sebagai wahana untuk memahami alam, untuk membangun sikap dan nilai, serta untuk meningkatkan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Silabus ini disusun dengan format dan penyajian/penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dilaksanakan oleh guru. Penyederhanaan format dimaksudkan agar penyajiannya lebih efisien, tidak terlalu banyak halaman namun lingkup dan substansinya tidak berkurang, serta tetap mempertimbangkan tata urutan (sequence) materi dan kompetensinya. Penyusunan silabus ini dilakukan dengan prinsip keselarasan antara ide, desain, dan pelaksanaan kurikulum; mudah diajarkan oleh guru (teachable); mudah dipelajari oleh peserta didik (learnable); terukur pencapaiannya (measurable); bermakna (meaningful); dan bermanfaat untuk dipelajari (worth to learn) sebagai bekal untuk kehidupan dan kelanjutan pendidikan peserta didik.

Silabus ini bersifat fleksibel, kontekstual, dan memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran, serta mengakomodasi keungulan-keunggulan lokal.  Atas dasar prinsip tersebut, komponen silabus mencakup kompetensi dasar, materi pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran. Uraian pembelajaran yang terdapat dalam silabus merupakan alternatif kegiatan yang dirancang berbasis aktifitas. Pembelajaran tersebut merupakan alternatif dan inspiratif sehingga guru dapat mengembangkan berbagai model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran Kimia. Dalam melaksanakan silabus ini guru diharapkan kreatif dalam pengembangan materi, pengelolaan proses pembelajaran, penggunaan metode dan model pembelajaran, yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta tingkat perkembangan kemampuan siswa.

B. Kompetensi Setelah Mempelajari Ilmu Pengetahuan Alam di Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah

Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dibelajarkan sejak SD hingga SMA. Pada jenjang SD Kelas I, II, dan III (kelas rendah) muatan sains diintegrasikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, sedangkan di Kelas IV, V, dan VI (kelas tinggi) Ilmu Pengetahuan Alam menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri tetapi pembelajarannya menerapkan pembelajaran tematik terpadu. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SMP menerapkan pembelajaran sains terpadu. Di tingkat SMA Ilmu Pengetahuan Alam disajikan sebagai mata pelajaran yang spesifik yang terbagi dalam mata pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi.

Setelah mengikuti pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sejak Sekolah Dasar, lulusan pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh kecakapan untuk:
menjalani kehidupan dengan sikap positif dengan daya pikir kritis, kreatif, inovatif, dan kolaboratif, disertai kejujuran dan keterbukaan, berdasarkan potensi proses dan produk sains;
memahami fenomena alam di sekitarnya, berdasarkan hasil pembelajaran sains melalui bidang-bidang spesifiknya yaitu Fisika, Kimia dan Biologi;
membedakan produk atau cara yang masuk akal dengan produk atau cara yang tidak bersesuaian dengan prinsip-prinsip sains;
mengambil keputusan di antara berbagai pilihan yang dibedakan oleh hal-hal yang bersifat ilmiah;
menyelesaikan masalah yang dihadapi lulusan dalam kehidupannya, terutama memilih di antara cara-cara yang telah dikenal manusia berdasarkan pertimbangan ilmiah;
mengenali dan menghargai peran sains dalam memecahkan permasalahan umat manusia, seperti permasalahan ketersediaan pangan, kesehatan, pemberantasan penyakit, dan lingkungan hidup; dan
memahami dampak dari perkembangan sains terhadap perkem-bangan teknologi dan kehidupan manusia di masa lalu, maupun potensi dampaknya di masa depan bagi dirinya, orang lain, dan lingkungannya.

C. Kompetensi Setelah Mempelajari Kimia di Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah

Setelah peserta didik mengikuti pembelajaran Kimia di SMA/MA diharapkan memiliki kompetensi yang mencakup kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan sebagai berikut ini.
menjalani kehidupan dengan sikap positif dengan daya pikir kritis, kreatif, inovatif, dan kolaboratif, disertai kejujuran dan keterbukaan, berdasarkan potensi proses dan produk kimia;
memahami fenomena alam di sekitarnya, berdasarkan hasil pembelajar¬an sains melalui bidang-bidang Kimia;
membedakan produk atau cara yang masuk akal dengan produk atau cara yang tidak bersesuaian dengan prinsip-prinsip Kimia;
mengambil keputusan di antara berbagai pilihan yang dibedakan oleh hal-hal yang bersifat ilmiah;
menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya, terutama memilih di antara cara-cara yang telah dikenal manusia berdasarkan pertimbangan ilmiah; dan
mengenali dan menghargai peran Kimia dalam memecahkan permasalahan umat manusia; dan
memahami dampak dari perkembangan Kimia terhadap perkem-bangan teknologi dan kehidupan manusia di masa lalu, maupun potensi dampaknya di masa depan bagi dirinya, orang lain, dan lingkungannya.

Peta Materi Pembelajaran Kimia di SMA/MA
Kelas X
Metode ilmiah, hakikat ilmu Kimia, keselamat-an dan keamanan kimia di laboratori¬um, serta peran kimia dalam kehidupan
Struktur Atom dan Tabel Periodik
Ikatan Kimia, Bentuk Molekul, dan Interaksi Antar Molekul
Larutan Elektrolit dan Larutan Non Elektrolit
Konsep Reaksi Reduksi Oksidasi dan Tatanama Senyawa
Hukum-hukum Dasar Kimia dan Stoikiometri

Kelas XI
Senyawa Hidrokarbon dan Minyak Bumi
Termokimia
Laju Reaksi dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya
Kesetimbangan kimia dan Pergeseran Kesetimbangan
Asam dan Basa
Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam
Larutan Penyangga
Titrasi Asam Basa
Kesetimbangan Kelarutan
Sistem Koloid

Kelas XII
Sifat Koligatif Larutan
Reaksi Redoks dan Elektrokimia
Kimia Unsur (Kelimpahan Unsur di Alam, Sifat Fisik dan Sifat Kimia Unsur serta Pembuat¬an unsur dan senyawa)
Senyawa Karbon (Struktur, Tata Nama, Sifat, Identifikasi dan Kegunaan Senyawa)
Makromolekul (Struktur, Tatanama, Sifat, Penggunaan dan  Penggolongan Polimer, Karbohidrat, Protein, Lemak)

II. KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN,  DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

A. Kelas X
Alokasi waktu:  3 jam pelajaran/minggu
Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan sebagai berikut ini.

Kompetensi Dasar
3.1 Memahami metode ilmiah, hakikat ilmu Kimia,  keselamat¬an dan keamanan Kimia di laboratori¬um, serta peran kimia dalam kehidupan

Materi Pembelajaran
Metode ilmiah, hakikat ilmu Kimia,  keselamat¬an dan keamanan kimia di laboratori¬um, serta peran Kimia dalam kehidupan
Metode ilmiah
Hakikat ilmu Kimia
Keselamat¬an dan keamanan kimia di laboratori¬um
Peran Kimia dalam kehidupan
Kegiatan Pembelajaran
Mengamati produk-produk dalam kehidupan sehari-hari, misalnya: sabun, detergen, pasta gigi, shampo, kosmetik, obat, susu, keju, mentega, minyak goreng, garam dapur,  asam cuka, dan lain lain yang mengandung bahan kimia.
Mengunjungi laboratorium untuk mengenal alat-alat laboratorium kimia dan fungsinya serta mengenal beberapa bahan kimia dan sifatnya (mudah meledak, mudah terbakar, beracun, penyebab iritasi, korosif, dan lain-lain).
Membahas cara kerja ilmuwan kimia dalam melakukan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah (membuat hipotesis, melakukan percobaan, dan menyimpulkan)
Merancang dan melakukan percobaan ilmiah, misalnya menentukan variabel yang mempengaruhi kelarutan gula dalam air dan mempresentasikan hasil percobaan.
Membahas dan menyajikan hakikat ilmu Kimia
Mengamati dan membahas gambar atau video orang yang sedang bekerja di laboratorium untuk memahami prosedur standar tentang keselamatan dan keamanan kimia di laboratorium.
Membahas dan menyajikan peran Kimia dalam penguasaan ilmu lainnya baik ilmu dasar, seperti biologi, astronomi, geologi, maupun ilmu terapan seperti pertambangan, kesehatan, pertanian, perikanan dan teknologi.

B. Kelas XI
Alokasi waktu:  4  jam pelajaran/minggu
Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan sebagai berikut ini.

Kompetensi Dasar
3.1 Menganalisis struktur dan sifat senyawa hidrokarbon berdasarkan pemahaman kekhasan atom karbon dan penggolongan senyawanya
4.1 Menemukan berbagai struktur molekul hidrokarbon dari rumus molekul yang sama dan memvisualisasikan¬nya

Materi Pembelajaran
Senyawa Hidrokarbon
Kekhasan atom karbon.
Atom C primer, sekunder, tertier, dan kuarterner.
Struktur dan tata nama alkana, alkena dan alkuna
Sifat-sifat  fisik alkana, alkena dan alkuna
Isomer
Reaksi senyawa hidrokarbon

Kegiatan Pembelajaran
Mengamati senyawa hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari, misalnya plastik, lilin, dan tabung gas yang berisi elpiji serta nyala api pada kompor gas.
Menyimak penjelasan kekhasan atom karbon yang menyebabkan banyaknya senyawa karbon.
Membahas jenis  atom C berdasar-kan jumlah atom C yang terikat  pada rantai atom karbon (atom C primer, sekunder, tersier, dan kuarterner) dengan menggunakan molimod, bahan alam, atau perangkat lunak kimia (ChemSketch, Chemdraw, atau lainnya).
Membahas rumus umum alkana, alkena dan alkuna berdasarkan analisis rumus struktur dan rumus molekul.
Menghubungkan rumus struktur dan rumus molekul dengan rumus umum senyawa hidrokarbon
Membahas cara memberi nama senyawa alkana, alkena dan alkuna sesuai dengan aturan IUPAC
Membahas keteraturan sifat fisik (titik didih dan titik leleh) senyawa alkana, alkena dan alkuna
Menentukan  isomer senyawa hidrokarbon
Memprediksi jenis isomer (isomer rangka, posisi, fungsi, geometri) dari senyawa hidrokarbon.
Membedakan jenis reaksi alkana, alkena dan alkuna.

C. Kelas XII
Alokasi waktu: 4 jam pelajaran/minggu
Kompetensi Sikap Spiritual dan Kompetensi Sikap Sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) pada pembelajaran Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan melalui keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Pembelajaran untuk Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan sebagai berikut ini.

Kompetensi Dasar
3.1 Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis) Sifat Koligatif Larutan

Materi Pembelajaran
Diagram P-T
Penurunan tekanan uap jenuh
Kenaikan titik didih
Penurunan titik beku
Osmosis dan tekanan osmosis
Sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit

Kegiatan Pembelajaran
Mengamati video atau gambar penggunaan garam untuk mencairkan salju.
Menyimak penjelasan tentang sifat koligatif larutan dengan menggunakan diagram P-T
Menganalisis dan menyimpulan penyebab sifat koligatif larutan
Menganalisis perbedaaan sifat koligatif larutan nonelektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit.
Merancang  dan melakukan percobaan sifat koligatif larutan, misalnya penurunan titik beku larutan nonelektrolit dan larutan elektrolit serta melaporkan hasil percobaan.
Menentukan derajat pengionan () zat elektrolit berdasarkan data percobaan.
Menyelesaikan perhitungan kimia terkait sifat koligatif larutan elektrolit dan nonelektrolit.
Memaparkan terapan sifat koligatif dalam kehidupan sehari-hari misalnya membuat es krim, memasak,  dan mencegah pembekuan air radiator.
*------------ dan seterusnya, untuk selengkapnya dan silabus disertai tabel terdapat pada file Aslinya, silahkan download saja..

Demikianlah tadi beberapa cuplikan isi dan Silabus KIMIA SMA/MA Revisi Terbaru untuk tahun ajaran 2017/2018 yang diterbitkan oleh Kemendikbud RI. Anda bisa melihat isi lengkapnya dengan cara mengunduh file tersebut. Silahkan unduh file tersebut pada link download yang sudah kami sediakan di bawah ini:

Link Download: 

Subscribe to receive free email updates: