Download POS USBN SD, SMP, SMA/SMK 2018 BSNP

Download POS USBN SD, SMP, SMA/SMK 2018 BSNP. Ujian Sekolah Berstandar Nasional tahun 2018 sebentar lagi akan terlaksana. Maka dari itu, Kami membagikan File Pedoman atau Prosedur Operasional Standar (POS) USBN Tahun 2018 untuk jenjang SD, SMP, SMA/MA dan SMK/MAK sederajat. Memang, jadwal pelaksanaan USBN pada tahun 2018 ini masih menjadi tanda tanya besar sebelum dikeluarkannya POS USBN tahun 2018 oleh BSNP dengan Peraturan BSNP nomor 0045 /BSNP/II/2018 tentang POS USBN Tahun pelajaran 2017/2018. Namun, saat ini bapak/ibu guru tidak perlu khawatir lagi mengenai pelaksanaan USBN Tahun 2018 ini, karena dengan file POS USBN SD, SMP, SMA/SMK Tahun 2018 ini sudah lengkap mulai dari awal hingga akhir pelaksanaan USBN tercantum disitu.


Berikut Ini kami sajikan cuplikan isi dari file POS USBN 2018;

PERATURAN BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN  NOMOR: 0045/BSNP/II/2018
TENTANG
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR PENYELENGGARAAN UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2017/2018

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
Menimbang  :  Bahwa  sesuai  dengan  Peraturan  Menteri  Pendidikan dan  Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2018 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan dan Penilaian Hasil Belajar  oleh  Pemerintah  perlu  menetapkan  Prosedur Operasional  Standar  yang  mengatur  penyelenggaraan Ujian  Sekolah  Berstandar  Nasional  pada  Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Pelajaran 2017/2018.

Mengingat  :  1.  Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan  Nasional  (Lembaran  Negara  Republik Indonesia  Tahun  2003  Nomor  78,  Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2.  Peraturan  Pemerintah  Nomor  19  Tahun  2005  tentang Standar  Nasional  Pendidikan  (Lembaran  Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Nomor  4496) sebagaimana  telah  beberapa  kali  diubah  terakhir dengan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  13  Tahun  2015 tentang  Perubahan  Kedua  Atas  Peraturan  Pemerintah Nomor  19  Tahun  2005  tentang  Standar  Nasional Pendidikan  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia Nomor  45,  Tambahan  Lembaran  Negara  Republik Indonesia Nomor 5670);
3.  Peraturan  Pemerintah  Nomor  17  Tahun  2010  tentang Pengelolaan  dan  Penyelenggaraan  Pendidikan (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  2010 Nomor  23,  Tambahan  Lembaran  Negara  Nomor  5105) sebagaimana  telah  diubah  dengan  Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas  Peraturan  Pemerintah  Nomor  17  Tahun  2010 tentang  Pengelolaan  dan  Penyelenggaraan  Pendidikan (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  2010, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5157);
4.  Peraturan  Pemerintah  Nomor  55  Tahun  2007  tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 124);
5.  Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20  Tahun  2016  tentang  Standar  Kompetensi  Lulusan Pendidikan  Dasar  dan  Menengah  (Berita  Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 953);
6.  Peraturan  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23  Tahun  2016  tentang  Standar  Penilaian  Pendidikan (Berita  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  2016  nomor 897);

MEMUTUSKAN
Menetapkan    :  PERATURAN  BADAN  STANDAR  NASIONAL  PENDIDIKANTENTANG  PROSEDUR  OPERASIONAL  STANDAR PENYELENGGARAAN  UJIAN  SEKOLAH  BERSTANDAR NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2017/2018.

Pasal 1
(1)  Prosedur  Operasional  Standar  Penyelenggaraan  Ujian  Sekolah Berstandar  Nasional,  yang  selanjutnya  disebut  POS  USBN,  mengatur penyelenggaraan  dan  teknis  pelaksanaan  Ujian  Sekolah  Berstandar Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018.
(2)    POS  USBN  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  tercantum  dalam Lampiran  yang  merupakan  bagian  tidak  terpisahkan  dari  Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan ini.

Pasal 2
(1)  Hal-hal lain yang belum diatur dan bersifat teknis dalam POS USBN ini akan  ditetapkan  oleh  BSNP  atau  Direktorat  Jenderal  terkait,  sesuai dengan kewenangan dan disosialisasikan melalui surat edaran.
(2)  Perubahan  terhadap  POS  USBN  ini  akan  ditetapkan  oleh  BSNP  dan disosialisasikan melalui surat edaran.
Pasal 3
Peraturan  Badan  Standar  Nasional  Pendidikan  ini  mulai  berlaku  pada tanggal ditetapkan.

BAB I
PENGERTIAN
Dalam Prosedur Operasional Standar ini yang dimaksud dengan:
1.  Kementerian  adalah  Kementerian  Pendidikan  dan  Kebudayaan,  dan Kementerian Agama Republik Indonesia.
2.  Badan  Standar  Nasional  Pendidikan  yang  selanjutnya  disebut  BSNP  adalah badan mandiri dan profesional yang bertugas menyelenggarakan USBN.
3.  Sekolah  adalah satuan pendidikan dasar dan menengah yang meliputi Sekolah Dasar  (SD),  Madrasah  Ibtidaiyah  (MI),  Sekolah  Dasar  Teologi  Kristen  (SDTK), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah  (MTs),  Sekolah  Menengah  Pertama  Teologi  Kristen  (SMPTK), Sekolah  Menengah  Pertama  Luar  Biasa  (SMPLB),  Sekolah  Menengah  Atas (SMA),  Madrasah  Aliyah  (MA),  Sekolah  Menengah  Agama  Kristen  (SMAK), Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK), Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK),  Sekolah  Menengah  Atas  Luar  Biasa  (SMALB),  Sekolah  Menengah Kejuruan (SMK), Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK), dan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan Program Paket A/Ula, Paket B/Wustha, dan Program Paket C/Ulya.
4.  Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan  yang selanjutnya disebut LPMP adalah unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
5.  Ujian  Sekolah  Berstandar  Nasional  yang  selanjutnya  disebut  USBN  adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan Satuan Pendidikan  dengan  mengacu  pada  Standar  Kompetensi  Lulusan  untuk memperoleh pengakuan atas prestasi  belajar.
6.  Prosedur  Operasional    Standar  Penyelenggaraan  Ujian  Sekolah  Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut POS USBN adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN.
7.  Standar  Nasional  Pendidikan  yang  selanjutnya  disebut  SNP  adalah  kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
8.  Kisi-kisi  USBN  adalah  acuan  untuk  mengembangkan  dan  merakit  naskah  soal USBN  yang  disusun  berdasarkan  kriteria  pencapaian  Standar  Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan kurikulum yang berlaku.
9.  Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan   ajaran   agamanya,  yang  dilaksanakan  sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.
10.  Pendidikan  keagamaan  adalah  pendidikan  yang  mempersiapkan  peserta  didik untuk  dapat  menjalankan  peranan  yang  menuntut  penguasaan  pengetahuan tentang  ajaran  agama  dan/atau  menjadi  ahli  ilmu  agama  dan  mengamalkan ajaran agamanya.
11.  Paket  naskah soal USBN adalah variasi perangkat tes yang paralel, terdiri atas sejumlah butir soal yang dirakit sesuai dengan kisi-kisi USBN.
12.  Lembar  Jawaban  Ujian  Sekolah  Berstandar  Nasional  yang  selanjutnya  disebut LJUSBN adalah lembaran kertas yang digunakan peserta untuk menjawab soal USBN.
13.  Bahan USBN adalah bahan yang digunakan dalam penyelenggaraan USBN yang
mencakup naskah soal,  LJUSBN, berita acara, daftar hadir, amplop, tata tertib,
dan pakta integritas.
14.  Dokumen  USBN  adalah  berkas  hasil  pelaksanaan  USBN  yang  bersifat  rahasia, terdiri  atas  naskah  soal,  jawaban  peserta  ujian,  daftar  hadir  yang  sudah  diisi peserta, berita acara yang sudah diisi dan ditandatangani oleh pengawas ujian baik dalam bentuk hard copy maupun softcopy.
15.  Musyawarah  Kerja  Kepala  Sekolah  yang  selanjutnya  disebut  MKKS  dan  yang sejenisnya  adalah  kelompok  kepala  sekolah  di  tingkat  Kabupaten/Kota  pada jenjang  Sekolah  Menengah  Pertama  (SMP),  Madrasah  Tsanawiyah  (MTs.), Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen (SMPTK), Sekolah Menengah Atas (SMA),  Madrasah  Aliyah  (MA),  Sekolah  Menengah  Teologi  Kristen  (SMTK), Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK), Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK),  Sekolah  Menengah  Kejuruan  (SMK),  Madrasah  Aliyah  Kejuruan (MAK),  Sanggar  Kegiatan  Belajar  (SKB),  Pusat  Kegiatan  Belajar  Masyarakat (PKBM), dan Pondok Pesantren Salafiah (PPS).
16.  Kelompok Kerja Kepala Sekolah yang selanjutnya disebut KKKS dan sejenisnya adalah  kelompok  kepala  sekolah  di  tingkat  Kabupaten/Kota  pada  jenjang Sekolah  Dasar  (SD),  Madrasah  Ibtidaiyah  (MI),  Sekolah  Dasar  Teologi  Kristen (SDTK),  Sekolah  Dasar  Luar  Biasa  (SDLB),  Sekolah  Menengah  Pertama  Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB).
17.  Musyawarah  Guru  Mata  Pelajaran  yang  selanjutnya  disebut  MGMP  dan sejenisnya  adalah  kelompok  guru  mata  pelajaran  sejenis  di  tingkat Kabupaten/Kota  pada  jenjang  Sekolah  Menengah  Pertama  (SMP),  Madrasah Tsanawiyah  (MTs.),  Sekolah  Menengah  Pertama  Teologi  Kristen  (SMPTK), Sekolah  Menengah  Atas  (SMA),  Madrasah  Aliyah  (MA),  Sekolah  Menengah Teologi  Kristen  (SMTK),  Sekolah  Menengah  Agama  Kristen  (SMAK),  Sekolah Menengah  Agama  Katolik  (SMAK),  Sekolah  Menengah  Kejuruan  (SMK),  dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).
18.  Forum  Tutor  Pendidikan  Kesetaraan  adalah  kelompok  tutor  mata  pelajaran sejenis pada Program Paket A, Paket B, dan Paket C di tingkat Kabupaten/Kota.
19.  Kelompok  Kerja  Guru  Pondok  Pesantren  Salafiyah  yang  selanjutnya  disingkat Pokja-PPS  adalah  kelompok  guru  mata  pelajaran  sejenis  pada  program  Ula, Wustha, dan Ulya pada Pondok Pesantren Salafiyah di tingkat Kabupaten/Kota.
20.  Kelompok  Kerja  Guru  yang  selanjutnya  disebut  KKG  adalah  kelompok  guru mata  pelajaran  sejenis  di  tingkat  Kabupaten/Kota  pada  jenjang  Sekolah  Dasar (SD), Madrasah  Ibtidaiyah  (MI), Sekolah Dasar Teologi Kristen (SDTK),  Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB),  Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB).

BAB II
PESERTA DAN SATUAN PENDIDIKAN PELAKSANA USBN
A.  Persyaratan Peserta USBN
SD/MI/SDTK/SPK, SDLB/MILB, dan yang sederajat
a.  Telah  atau  pernah  berada  pada  tahun  terakhir  pada  SD/MI/SDTK/SPK,
SDLB/MILB, atau Program Paket A/Ula;
b.  Memiliki  laporan  lengkap  penilaian  hasil  belajar  mulai  kelas  IV  semester  1 (satu)  sampai  dengan  kelas  VI  semester  1  (satu)  untuk  peserta  didik  pada SD/MI/SDTK/SPK dan SDLB/MILB; dan
c.  Memiliki  laporan  lengkap  penilaian  hasil  belajar  setingkat SD/MI/SDTK/SPK  dan  SDLB/MILB,  mulai  kelas  IV  semester  1  (satu)sampai dengan kelas VI semester 1  (satu)  untuk peserta didik pada Program Paket A/Ula.

SMP/MTs,  SMPLB/MTsLB,  SMA/MA,  SMK/MAK,  SMALB/MALB  dan  yang sederajat
a.  Terdaftar  pada  tahun  terakhir  jenjang  pendidikan  di  satuan  pendidikan SMP/MTs,  SMPLB/MTsLB,  SMA/MA,  SMK/MAK,  SMALB/MALB  dan yang sederajat;
b.  Memiliki  laporan  lengkap  penilaian  hasil  belajar  pada  satuan  pendidikantertentu  mulai  semester  1  (satu)  tahun  pertama  sampai  dengan  semester  1(satu) tahun terakhir;
c.  Bagi siswa SMK Program 4 (empat) tahun  yang telah menyelesaikan proses pembelajaran selama 3 (tiga) tahun dapat mengikuti USBN;
d.  Siswa  yang  memiliki  ijazah  atau  surat  keterangan  lain  yang  setara,  atau berpenghargaan  sama  dengan  ijazah  dari  sekolah  yang  setingkat  lebih rendah.  Penerbitan ijazah yang dimaksud sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sebelum  mengikuti  ujian  sekolah,  atau  sekurang-kurangnya  2  (dua)  tahun untuk peserta program SKS.

BAB V
PELAKSANAAN USBN SD/MI/SDTK/SPK
B.  Mata Pelajaran, Jumlah Butir Soal dan Alokasi Waktu 
1.  Mata  pelajaran  yang  diujikan  dalam  USBN  meliputi  Bahasa  Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam.
2.  Bentuk,  jumlah  butir  soal,  dan  alokasi  waktu  untuk  masing-masing  mata pelajaran yang diujikan diatur sebagai berikut.

  • Bahasa Indonesia terdiri dari 40 Soal Pilihan Ganda dan 5 soal Uraian dengan durasi waktu 120 menit
  • Matematika terdiri dari 30 Soal Pilihan Ganda dan 5 soal Uraian dengan durasi waktu 120 menit
  • Ilmu Pengetahuan Alam terdiri dari 35 Soal Pilihan Ganda dan 5 soal Uraian dengan durasi waktu 120 menit

3.  USBN  untuk  Pendidikan  Agama  dan  Budi  Pekerti  bagi  peserta  didik Madrasah Ibtidaiyah (MI) diatur tersendiri oleh Kementerian Agama.
4.  Untuk siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi (tunanetra, tunarungu, tunadaksa, dan tunalaras) waktu USBN dapat ditambah 45 menit.
5.  Kisi-kisi ujian praktik mata pelajaran lain  di luar  mata pelajaran Pendidikan Jasmani  Olah  Raga  dan  Kesehatan,  Seni  Budaya,  Ketrampilan/Prakarya, seperti  mata  pelajaran  Agama,  IPA,  Bahasa  Indonesia,  dan  Bahasa  Inggris sepenuhnya  disiapkan  oleh  satuan  pendidikan  mengacu  pada  kompetensi sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

Jadwal Pelaksanaan USBN SD/MI Tahun 2018 adalah sebagai berikut:
Baca Juga: Kisi-Kisi Soal USBN SD, SMP, SMA/SMK 2017/2018
BAB VI
PELAKSANAAN USBN SMP/MTs DAN YANG SEDERAJAT

B.  Mata Pelajaran, Jumlah Butir Soal, dan Alokasi Waktu
1.  Mata  pelajaran  yang  diujikan  dalam  USBN  meliputi  seluruh  mata  pelajaran sesuai  dengan  kurikulum  yang  diterapkan  masing-masing  satuan
pendidikan (daftar terlampir).
2.  Tujuh  mata  pelajaran  yang  memiliki  soal  dari  pusat  (20%-25%)  dengan bentuk, jumlah butir soal, dan alokasi waktu diatur sebagai berikut.

  • Pendidikan Agama* (KTSP/2006) 40 Soal PG, 5 Uraian. 
  • Pendidikan Kewarganegaraan (KTSP/2006) 40 Soal PG, 5 Uraian. 
  • PPKN (K13) 40 Soal PG, 5 Uraian. 
  • Bahasa Indonesia (K13) 40 Soal PG, 5 Uraian. 
  • Bahasa Inggris (K13) 40 Soal PG, 5 Uraian. 
  • Matematika (K13) 30 Soal PG, 5 Uraian. 
  • IPA (K13) 35 Soal PG, 5 Uraian. 
  • IPS  (K13) 40 Soal PG, 5 Uraian. 

3.  Untuk mata pelajaran Seni Budaya,  PJOK/Penjaskes, Keterampilan/ Teknologi Informasi dan Komunikasi, Prakarya  serta Muatan Lokal,  jumlah butir soal dan alokasi waktu ujian ditetapkan oleh masing-masing satuan Pendidikan.
4.  Untuk  siswa  berkebutuhan  khusus  di  sekolah  inklusi  (tunanetra,  tunarungu, tunadaksa, dan tunalaras) waktu USBN dapat ditambah 45 menit.
5.  Kisi-kisi  ujian  praktik  mata  pelajaran  lain  di  luar  mata  pelajaran  Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan, Seni Budaya, Ketrampilan/Prakarya, seperti mata pelajaran Agama, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris sepenuhnya disiapkan  oleh  satuan  pendidikan  mengacu  pada  kompetensi  sesuai  dengan kurikulum yang berlaku.
*Catatan:
1. USBN untuk mata pelajaran keagamaan pada sekolah keagamaan disesuaikan dengan  kurikulum  yang  ada  dan  dikonsolidasikan  oleh  masing-masing direktorat terkait di Kementerian Agama.
2.  Soal  USBN  bagi  peserta  didik  penghayat  kepercayaan  kepada  Tuhan  YME, kisi-kisi  disiapkan  oleh  organisasi  penghayat  kepercayaan  kepada  Tuhan YME.

BAB VII
PELAKSANAAN USBN SMA/MA DAN YANG SEDERAJAT
B.  Jumlah Butir Soal dan Alokasi Waktu
1.  Mata  pelajaran  yang  diujikan  dalam  USBN  meliputi  seluruh  mata  pelajaran sesuai  dengan  kurikulum  yang  diterapkan  masing-masing  satuan pendidikan.
2.  Sembilan  mata  pelajaran  pada  Kurikulum  2006  dan  sepuluh  mata  pelajaran pada Kurikulum 2013 yang memiliki soal dari pusat, bentuk soal, jumlah soal, dan alokasi waktu diatur sebagai berikut.
Download Juga: Kumpulan Soal & Kunci Jawaban USBN SMA 2018
*--------- Untuk lebih jelasnya silahkan langsung saja Download POS USBN SD, SMP, SMA/SMK Tahun ajaran 2017/2018 di bawah ini:
Link Download: 

Subscribe to receive free email updates: